Sigitdp's Blog

Desember 10, 2009

Hari Pahlawan Nasional

Filed under: Hari Pahlawan — sigitdp @ 8:44 am

Masuknya Tentara Jepang ke Indonesia

Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan perjanjian Kalidjati. Sejak itulah, Indonesia diduduki oleh Jepang.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Masuknya Tentara Inggris & Belanda

Rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Setelah munculnya maklumat pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih dikibarkan terus di seluruh Indonesia, gerakan pengibaran bendera makin meluas ke segenap pelosok kota.

Di berbagai tempat strategis dan tempat-tempat lainnya, susul menyusul bendera dikibarkan. Antara lain di teras atas Gedung Kantor Karesidenan (kantor Syucokan, gedung Gubernuran sekarang, Jl Pahlawan) yang terletak di muka gedung Kempeitai (sekarang Tugu Pahlawan), di atas gedung Internatio, disusul barisan pemuda dari segala penjuru Surabaya yang membawa bendera merah putih datang ke Tambaksari (lapangan Gelora 10 November) untuk menghadiri rapat raksasa yang diselenggarakan oleh Barisan Pemuda Surabaya.

Saat itu lapangan Tambaksari penuh lambaian bendera merah putih, disertai pekik ‘Merdeka’ mendengung di angkasa. Walaupun pihak Kempeitai melarang diadakannya rapat tersebut, namun mereka tidak berdaya menghadapi massa rakyat yang semangatnya tengah menggelora itu. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru/Hotel Yamato atau Oranje Hotel, Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Mula-mula Jepang dan Indo-Belanda yang sudah keluar dari interniran menyusun suatu organisasi, Komite Kontak Sosial, yang mendapat bantuan penuh dari Jepang. Terbentuknya komite ini disponsori oleh Palang Merah Internasional (Intercross). Namun, berlindung dibalik Intercross mereka melakukan kegiatan politik. Mereka mencoba mengambil alih gudang-gudang dan beberapa tempat telah mereka duduki, seperti Hotel Yamato. Pada 18 September 1945, datanglah di Surabaya (Gunungsari) opsir-opsir Sekutu dan Belanda dari Allied Command (utusan Sekutu) bersama-sama dengan rombongan Intercross dari Jakarta.

Rombongan Sekutu oleh Jepang ditempatkan di Hotel Yamato, Jl Tunjungan 65, sedangkan rombongan Intercross di Gedung Setan, Jl Tunjungan 80 Surabaya, tanpa seijin Pemerintah Karesidenan Surabaya. Dan sejak itu Hotel Yamato dijadikan markas RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees, Bantuan Rehabilitasi untuk Tawanan Perang dan Interniran).

Karena kedudukannya merasa kuat, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan hari ketika pemuda Surabaya melihatnya, seketika meledak amarahnya. Mereka menganggap Belanda mau menancapkan kekuasannya kembali di negeri Indonesia, dan dianggap melecehkan gerakan pengibaran bendera yang sedang berlangsung di Surabaya.

Begitu kabar tersebut tersebar di seluruh kota Surabaya, sebentar saja Jl. Tunjungan dibanjiri oleh rakyat, mulai dari pelajar berumur belasan tahun hingga pemuda dewasa, semua siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Massa terus mengalir hingga memadati halaman hotel serta halaman gedung yang berdampingan penuh massa dengan luapan amarah. Agak ke belakang halaman hotel, beberapa tentara Jepang tampak berjaga-jaga. Situasi saat itu menjadi sangat eksplosif.

Tak lama kemudian Residen Sudirman datang. Kedatangan pejuang dan diplomat ulung yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, menyibak kerumunan massa lalu masuk ke hotel. Ia ingin berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawan. Dalam perundingan itu Sudirman meminta agar bendera Triwarna segera diturunkan.

Ploegman menolak, bahkan dengan kasar mengancam, “Tentara Sekutu telah menang perang, dan karena Belanda adalah anggota Sekutu, maka sekarang Pemerintah Belanda berhak menegakkan kembali pemerintahan Hindia Belanda. Republik Indonesia? Itu tidak kami akui.” Sambil mengangkat revolver, Ploegman memaksa Sudirman untuk segera pergi dan membiarkan bendera Belanda tetap berkibar.

Melihat gelagat tidak menguntungkan itu, pemuda Sidik dan Hariyono yang mendampingi Sudirman mengambil langkah taktis. Sidik menendang revolver dari tangan Ploegman. Revolver itu terpental dan meletus tanpa mengenai siapapun. Hariyono segera membawa Sudirman ke luar, sementara Sidik terus bergulat dengan Ploegman dan mencekiknya hingga tewas. Beberapa tentara Belanda menyerobot masuk karena mendengar letusan pistol, dan sambil menghunus pedang panjang lalu disabetkan ke arah Sidik. Sidik pun tersungkur.

Di luar hotel, para pemuda yang mengetahui kejadian itu langsung merangsek masuk ke hotel dan terjadilah perkelahian di ruang muka hotel. Sebagian yang lain, berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Sudirman turut terlibat dalam pemanjatan tiang bendera. Akhirnya ia bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Massa rakyat menyambut keberhasilan pengibaran bendera merah putih itu dengan pekik “Merdeka” berulang kali, sebagai tanda kemenangan, kehormatan dan kedaulatan negara RI.

Kemudian meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris pada 27 Oktober 1945. Serangan-serangan kecil itu ternyata dikemudian hari berubah menjadi serangan umum yang hampir membinasakan seluruh tentara Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.
[sunting]
Kematian Brigadir Jenderal Mallaby

Mobil Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio

Setelah diadakannya gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Tetapi walau begitu tetap saja terjadi keributan antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945. Mobil Buick yang sedang ditumpangi Brigjen Mallaby dicegat oleh sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Karena terjadi salah paham, maka terjadilah tembak menembak yang akhirnya membuat mobil jenderal Inggris itu meledak terkena tembakan. Mobil itu pun hangus.
[sunting]
Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.

Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama’ serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. Sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Iklan

Oktober 30, 2009

Solusi Membaca Manga

Filed under: Anime — Tag: — sigitdp @ 12:04 pm

Hai…Kalian pernah membaca komik buatan jepang atau yang biasa disebut manga?Apa kalian membaca manga lewat komik saja?Pasti menunggu terbitan terbaru dari komiknya pasti memakan waktu yang lumayan lama,bagi kalian yang tidak sabar menunggu atau hobi bermain internet,jangan hanya membuka fb,fs,atau situs2 terlarang”Dewasa”.Tapi kalian bisa membuka situs2 berikut ini untuk membaca manga kesayangan anda onemanga.com,mangafox.com.Tapi link2 itu masih menggunakan bahasa inggris,tapi bagi kalian yang ingin membaca manga yang berbahasa indonesia,jangan khawatir karena ada bacamanga.web.id,tetapi bacamanga hanya memuat manga manga tertentu yang pembaca request,seperti Air Gear,AneDoki(manga terbaru di bacamanga),bleach,eyeshield21,fairytail,naruto,one piece,dan psyren.Tapi manga yang sudah terbit komiknya akan bisa terhapus setiap saat.Jangan kuatir bagi kalian penggemar facebook,karena bacamanga sudah membuka lowongan untuk mencari fansnya.

So…Kalian ingin baca yang mana???

Oktober 24, 2009

Map DotA Allstars

Filed under: Game — sigitdp @ 9:22 am

Wah……map dota allstars v6.64 dah keluar nih.Bagi kalian yang ingin download map ini. Kalian tinggal klik di sini

Oktober 23, 2009

Cross Fire Online

Filed under: Game — Tag: — sigitdp @ 9:31 am

Cross Fire adalah sebuah Game Online First Person Shooter (FPS) keluaran terbaru dari Lyto Game yang memiliki grafis 3D yang detil dan sound effect yang realistik. Game ini memiliki fitur-fitur yang diinginkan oleh pemain FPS. Mulai dari banyaknya pilihan mode permainan, sampai banyaknya pilihan senjata yang dapat digunakan. Selain itu, game ini juga disesuaikan untuk dapat dimainkan bagi gamer pemula maupun yang master.1

Dalam Cross Fire pemain dapat memilih beberapa tampilan karakter anggota kesatuan khusus yang ingin digunakan untuk bertempur, mulai dari grup OMOH dari Rusia, kepolisian Amerika SWAT yang terkenal dari Amerika, Special Air Service atau SAS yang sudah menjadi legenda dalam militer Inggris, atau kumpulan agen rahasia wanita SPOP yang cantik tapi mematikan di lapangan.

Cross Fire dilengkapi dengan puluhan senjata mutakhir, mulai dari pistol Israel Desert Eagle, Sub-Machine Gun dari Jerman yang populer MP5, Rifle Styer Aug A1 yang super akurat buatan Austria, Flashbang yang menyilaukan, sampai Pisau militer untuk pertempuran jarak dekat.

Berbagai misi dan medan tempur akan menantang adrenalin pemainnya untuk selalu dapat mempertahankan diri dari serangan lawan sambil menyelesaikan misi yang ada. Lindungi diri dengan peralatan jaket dan helm anti-peluru, alat penjinak bom, sampai bom asap untuk mengacaukan pandangan tim lawan.

Sistem ranking yang ada di Cross Fire akan semakin memacu pemain untuk terus meningkatkan permainan sekaligus memperbaiki kekurangan dalam bermain. Bermula dari seorang Prajurit biasa, semangat dan jiwa perang pemain akan menghantarkan para pemain menjadi seorang Jendral yang dihormati.Jadi tunggu apa lagi????Ayo gabung dan bertempurlah bersama temanmu untuk menjadi yang terbaik.Kalau ingin daftar Klik Disini untuk daftar. Kalian bisa memainkan semua game lyto dengan hanya 1 id.

Oktober 10, 2009

Syaifuddin Zuhri dan Muhammad Syahrir Tewas Diberondong Peluru Densus

Filed under: BriTaPos(Berita Jawa Pos) — Tag: — sigitdp @ 12:58 pm

94573large
JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri terus mengobrak-abrik dan memereteli jaringan teroris Noordin M. Top. Dalam operasi terbatas enam jam kemarin, dua teroris yang diyakini sebagai Syaifuddin Zuhri dan Muhammad Syahrir tewas diberondong peluru oleh CRT (Crisis Response Team) Densus 88.

Syaifuddin adalah teroris buron kedua setelah Noordin M. Top. ”Kami menduga, mereka adalah Syaifuddin Zuhri dan Muhammad Syahrir. Itu berdasar keterangan saksi dan keterangan lain yang didapatkan di lapangan,” kata Kadiv Humas Irjen Pol Nanan Soekarna di Mabes Polri tadi malam.

Nanan belum berani memastikan karena masih menunggu identifikasi DNA dan data forensik yang lain. ”Senin nanti (12/10) baru bisa jelas,” tambahnya.

Meski demikian, Nanan mengatakan bahwa polisi sudah menghubungi keluarga Syaifuddin di Cilimus, Kuningan, Jawa Barat.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah kos milik Haji Jatna di Gang Semanggi 2 RT 2/ RW 3, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang. Hingga tadi malam, lokasi itu dipadati warga yang menonton.

Penangkapan Syaifuddin dan Syahrir itu sebenarnya berawal dari data laptop Noordin M. Top. Selain itu, polisi mendapatkan pengakuan penting dari Aris Makruf, DPO (daftar pencarian orang) yang menyerah di Temanggung.

Sumber Jawa Pos Sabtu lalu (3/10) mengungkapkan, sebuah operasi besar segera dilakukan. ”Insya Allah, kita akan mendapatkan sesuatu yang besar dalam beberapa saat lagi,” kata perwira itu (Jawa Pos 4/10). Janji itu dipenuhi lima hari kemudian.

Menurut Nanan, polisi terpaksa menembak dua buron tersebut. ”Sebab, mereka melempar bom dari sakunya,” kata mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Dia menjelaskan, penggerebekan dimulai dari penangkapan seorang berinisial Fr di Bekasi Timur. ”Pagi diringkus, siang langsung ke Ciputat,” katanya.

Fr disebut-sebut sebagai Fajar. Dia itulah yang diduga polisi sebagai kurir yang bertugas menyediakan safe house bagi Syaifuddin dan Syahrir. ”Dia mengaku sebagai Sony, yang mencari kontrakan,” katanya. Fajar alias Sony tinggal di kos itu sejak bulan Ramadan. Namun, Syaifuddin dan Syahrir baru masuk tiga hari lalu (Selasa, 6/10).

Berdasar informasi itu, pukul 11.15 kemarin tim CRT atau Tim Penindak Densus 88 Mabes Polri bergerak masuk ke rumah kos yang dihuni Syaifuddin dan Syahrir. ”Anggota terpaksa menembak karena mereka menyerang petugas. Di sana ada tujuh bom,” kata Nanan.

Seorang sumber yang ikut dalam penggerebekan menuturkan, Syahrir melemparkan bom pipa kali pertama begitu pintu didobrak. ”Dapat ditangkis,” kata sumber itu. Setelah pintu terbuka, Syaifuddin berusaha lari dengan melemparkan bom untuk menjebol genting kamar. Namun, bom itu tidak meledak. Syaifuddin kembali melemparkan bom ke arah tim Densus 88 dan meledak hanya satu meter di samping seorang anggota.

”Karena melawan, (mereka) harus kami lumpuhkan,” katanya.

Kamar berukuran 3 x 4 meter itu jebol pada bagian pintu dan sebagian dindingnya. ”Bom pipa yang mereka bawa ukuran kecil, tapi kalau kena langsung bisa mematikan. Seperti mercon Leo (jenis mercon), tapi lebih besar sedikit,” katanya.

Saksi mata Usep Muzani, penghuni kamar nomor 14 samping kamar Syaifuddin, sempat terkunci di kamar saat penggerebekan. ”Saya mendengar suara, bawa hidup bawa hidup,” ujarnya.

Tapi, beberapa saat kemudian Usep mendengar suara ledakan. ”Seperti petasan,” tambahnya. Setelah itu, dia mendengar suara baku tembak.

“Saya sempat ditodong Densus, lalu disuruh keluar,” kata mahasiswa UIN itu. Tempat persembunyian Syaifuddin memang unik. Lokasinya dekat sekali dengan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. Jaraknya hanya sekitar 600 meter dari Jalan Ciputat Raya. Rumah Rektor UIN Prof Dr Komaruddin Hidayat juga tak jauh dari lokasi itu, hanya sekitar 500 meter dan beda rukun tetangga (RT).

Di lokasi itu, ada Pusdiklat Departemen Agama, Kampus Bina Sarana Informatika, dan Ciputat Mega Mall yang merupakan kompleks pertokoan yang ramai. Jarak antar rumah juga sangat rapat.

Persembunyian Syaifuddin itu hanya satu kilometer dari Polsek Ciputat. “Masak teroris lapor polsek dulu,” kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Untung Yoga saat ditanya soal kelengahan aparat polsek.

Sumber Jawa Pos menuturkan, lokasi itu terendus karena jaringan Syaifuddin berkhianat. “Tekanan media membuat mereka frustrasi,” katanya. Fajar adalah kurir lapis terakhir bagi keduanya. Nama Fajar muncul sejak pengintaian intensif setelah pemakaman Urwah di Mijen, Kudus, (baca: Gantikan Noordin, Syaifuddin Sudah Pegang Komando, Jawa Pos, 7 Oktober 2009).

Kadiv Humas Nanan Soekarna menjelaskan, Fajar sebenarnya nama baru. “Dia masih kerabatnya,” kata Nanan. Setelah operasi itu, Nanan memastikan Densus 88 masih bekerja. “Ada puluhan yang belum (tertangkap),” imbuhnya.

Penangkapan yang berujung tewasnya duo teroris asal Kuningan, Jawa Barat, itu disesalkan pengamat terorisme Rakyan Adibrata. “Amat disayangkan kalau benar-benar Syaifuddin. Karena dia punya jaringan langsung ke Al Qaidah,” katanya.

Peneliti Research Center for Terrorism and Security yang pernah meriset terorisme di Prancis itu menilai, metode pengepungan Densus tidak harus berakhir mati. “Sebenarnya, bisa dilumpuhkan dengan non lethal weapon,” tuturnya

Massa Kemungkinan Bakal Absen di Abu Dhabi

Filed under: Otomotif — Tag: — sigitdp @ 12:38 pm

Pembalap Brazil yang sedang dalam pemulihan fisik, Felipe Massa, mengatakan impiannya untuk kembali membalap di atas mobil Ferrari pada akhir musim perlombaan F1 di Abu Dhabi Grand Prix bulan depan kelihatannya belum akan menjadi kenyataan.040809135708_Felipe_Massa

“Harapan saya balapan lagi secepatnya, kendati idealnya baru dimulai 100 persen pada awal musim depan,” kata pembalap dari tim Italia itu dalam laman (www.ferrari.com), Kamis.

“Impian saya turun di Abu Dhabi, tetapi kemungkinan itu amat amat kecil,” kata pembalap itu mengomentari balapan Abu Dhabi 15 November.

Massa sedang dalam pemulihan cedera yang mengancam kehidupannya setelah mengalami kecelakaan saat pecahan mobil menerpa kepalanya saat berlangsung babak penyisihan Hungaria Grand Prix.

Ia diharapkan mulai melakukan latihan lagi di atas roda kendaraan Formula Satu untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu minggu depan, dengan mengendarai Ferrari 2007.

Massa akan mengibarkan bendera start pada pertandingan yang diperhitungkan menjadi penentu juara F1 musim ini, kata panitia Kamis.

Indonesia Hanya Raih Peringkat Enam

Filed under: Bola Voli — sigitdp @ 12:23 pm

Tim voli putra Indonesia harus puas di menempati keenam pada Kejuaraan Asia Senior Ke-15 setelah dikalahkan Kazakhstan 1-3 pada laga di Stadion Ninoy Aquino, Manila, Filipina, Senin (5/10).

Pada pertandingan terakhir itu, tim Merah Putih menyerah 18-25, 25-22, 10-25, 17-25. Posisi itu lebih baik satu tingkat dibandingkan dengan pencapaian dua tahun lalu.

Pada 2007, pada laga yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, tim Indonesia menduduki peringkat kedelapan di atas Taiwan yang tetap berada pada posisi yang sama tahun ini setelah dikalahkan juara bertahan Australia 0-3 (15-25, 21-25, 14-25).

Seperti dikutip Humas PBVSI melalui emailnya, dalam pertandingan nampak rata-rata postur pemain Indonesia di bawah pemain Kazakhstan. Dari 12 pemain Indonesia yang dibawa ke Manila rata-rata 187 centimeter, sedangkan Kazakhstan 198 centimeter.

Ada empat pemain Kazakhstan yang tingginya di atas meter, yaitu Asset Bazarkulov (202 sentimeter), Anton Yudin (210), Nodirkhan Kadrikhanov (201), dan Svyatoslav Miklashevich (210). Sedangkan pemain tertinggi Indonesia Ayip Rizal adalah 194 sentimeter.

Dari empat nama pemain Kazakhstan tersebut hanya dua pemain yang diturunkan sebagai pemain inti yaitu Yudin dan Miklashevich. Namun, dua pemain ini menjadi penghalang utama tim Indonesia untuk mendapatkan poin.

“Kami kelelahan menghadapi mereka karena mereka lebih hebat dan energi tak terlalu terkuras karena tidak perlu melompat terlalu tinggi. Tinggi tubuh mereka sangat membantu menghemat tenaga. Keinginan kami untuk menang sangat kuat, tetapi tenaga tidak mendukung,” kata pemain Indonesia, Joni Sugiatno.

Nadal Lumat Safin

Filed under: Tenis — Tag: — sigitdp @ 12:18 pm

Petenis nomor dua dunia Rafael Nadal menghentikan sepak terjang Marat Safin untuk memulihkan prestasinya di Beijing, Jumat, dengan membukukan kemenangan 6-3 6-1 untuk mencapai babak semifinal turnamen tenis China Terbuka, yang berhadiah US$6,6 juta.rafael-nadal1

Petenis Spanyol Nadal, yang bermain untuk pertama kali dalam suatu turnamen sejak ia mengalami cedera perut, mendominasi pertandingan yang berlangsung singkat namun diwarnai dengan aksi-aksi yang sangat berkelas dan menghibur melawan mantan petenis nomor satu dunia Safin, yang akan pensiun dari karirnya pada akhir musim ini.

Sebelumnya Elena Dementieva juga mengikuti eksodus para perempuan petenis unggulan teratas ketika ia dikalahkan 5-7 3-6 oleh Agnieszka Radwanska dari Polandia pada babak perempat final dari turnamen baru WTA tersebut.

“Saya bermain dengan sangat baik pada pertandingan ini,” ujar Nadal, yang musimnya saat ini juga terhambat oleh cedera otot di kedua lututnya. “Saya bermain dengan baik kemarin dan hari ini dan saya merasa sangat senang.”

“Saya merasa lebih baik sekarang dibanding musim Amerika kemarin. Saya tidak tahu apakah saya akan terus bermain di tingkat terbaik saya tetapi kami akan melihatnya nanti pada sisa turnamen ini.”

Pada semi final nanti, Sabtu, Nadal bertemu dengan Marin Cilic untuk memperebutkan satu tempat di final untuk pertama kali lagi sejak turnamen Madrid Masters Mei lalu, setelah petenis unggulan delapan asal Kroasia itu mengalahkan petenis unggulan keempat Nikolay Davydenko 6-4 6-4 pada pertandingan pertama Jumat di lapangan tengah

Oktober 8, 2009

Real Madrid tak berdaya tanpa CR9?

Filed under: Bola — Tag: — sigitdp @ 12:16 pm

Real Madrid telah mengalami kekalahan pertamanya di musim ini. Setelah beberapa laga, bersama Barcelona menjadi tim yang terus mencetak kemenangan, akhirnya pada pertandingan 5 Oktober lalu mereka harus mengakui keunggulan dari tuan rumah Sevilla.
ronaldo-310809-ap150

Padahal setelah merekrut beberapa pemain termahal di dunia di musim ini, target dan keyakinan mereka cukup tinggi, menjadi tim yang tidak bisa dihentikan. Tetapi ketika musim liga belum mencapai angka 10, keyakinan mereka itu harus terpatahkan juga. Parahnya lagi dalam laga lawan Sevilla ini, Real Madrid seperti tenggelam dalam dominasi tuan rumah. Banyaknya peluang yang diperoleh Sevilla membuktikan dominasi ini.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kekalahan ini adalah absennya Cristiano Ronaldo karena cedera. Melihat kurang gregetnya permainan Los Galacticos saat itu, banyak menimbulkan pertanyaan apakah kekalahan itu disebabkan oleh ketidakhadiran seorang Ronaldo? Karena sampai saat ini Ronaldo telah menjadi top scorer bagi Real Madrid yang berperan cukup penting dalam membantu Madrid mendapatkan kemenangan di pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Absennya Ronaldo pada laga kemarin seakan-akan kembali memperlihatkan masalah yang dihadapi oleh Real Madrid pada musim lalu. Menghadapi permainan ketat dari tim asuhan Manolo Jimenez, Los Merengues terlihat sekali kehilangan peran seorang pemain yang bisa begitu menjadi pusat perhatian dari semua pemain belakang lawan dan dengan begitu bisa memuluskan kesempatan bagi rekannya yang lain untuk melakukan serangan.

Memang masih ada seorang Kaka. Semua orang juga tidak meragukan lagi kemampuannya dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan. Tetapi dengan hanya ada Kaka, maka semua pemain lawan akan berkonsentrasi menjaganya. Bandingkan kalau ada Ronaldo, maka perhatian pertahanan akan terpecah. Kaka terlihat sudah melakukan segalanya yang terbaik, beberapa kali dia berhasil melewati penjagaan lawan. Tetapi begitu dia berhasil melewati penjagaan yang pertama, sangat sulit baginya untuk melewati penjagaan yang kedua. Kaka sampai dibuat begitu frustasi yang membuat dirinya gagal menampilkan sentuhan magisnya yang begitu diharapkan banyak orang..

Di aspek lainnya, kemampuan dan reputasi seorang Ronaldo mampu membuat seluruh pemain lawannya dipaksa harus kembali ke daerah pertahanannya. Karena itu jika Ronaldo ada saat lawan Sevilla, maka kemungkinan besar Jesus Navas juga harus tetap ada di belakang untuk membantu pertahanan. Dengan begitu, dia pasti tidak akan punya banyak kesempatan untuk membombardir pertahanan Madrid.

Ronaldo juga begitu piawai mendukung counter attack. Pemain Portugal ini seringkali mendapatkan umpan hasil serangan balik dari jarak 30 meter dan dia mampu memanfaatkannya dengan baik. Tanpa pemain termahal di dunia ini, serangan balik Real seringkali gagal.

Tiga aspek itu sudah sangat cukup untuk menunjukkan begitu pentingnya peran seorang Ronaldo bagi Madrid.

Memang bukan melulu kekalahan itu disebabkan oleh tidak adanya Ronaldo, tim Andalusia saat itu memang tampil luar biasa. Mereka terlihat sebagai satu-satunya tim yang bisa menyaingi dominasi Real Madrid dan Barcelona. Di pertandingan kemarin, Sevilla bermain sangat baik di semua lini. Lini pertahanannya nampak begitu rapat, barisan tengahnya begitu mengalir dan pemain penyerangnya juga begitu berbahaya. Jesus Navas dan Diego Perotti benar-benar membuat kilapan pemain mahal Madrid menjadi pudar.

Kalau mungkin menghadapi tim lain, siapapun yang menggantikan Ronaldo di pertandingan kemarin masih sangat cukup mampu mempersembahkan kemenangan. Tetapi ini Sevilla, yang tidak sama dengan lawan lainnya.

Tetapi dugaan adanya faktor sangat bergantung pada Ronaldo ini dibantah ramai-ramai oleh para punggawa Real Madrid. Sebelum pertandingan, pelatih Madrid Manuel Pellegrini mengatakan dengan jelas kalau mereka tidak akan kalah tanpa Ronaldo.

Striker Gonzalo Higuain mengatakan: “Cristiano adalah pemain yang sangat penting bagi kami, tetapi tidak berarti kami akan kalah kalau dia tidak bermain. Ini sebabnya kami punya begitu banyak pemain berkualitas. Masalahnya di sini, karena kami menghadapi lawan yang hebat.”

Bek tengah Raul Albiol juga berpendapat, “Absennya seorang pemain tidak menjadi suatu alasan. Ronaldo adalah pemain terbaik di dunia dan dapat menentukan hasil pertandingan dalam sekejab, tetapi kami punya banyak pemain bagus yang bisa menggantikannya.”

Kaka lebih menyoroti pertahanan mereka yang buruk terhadap serangan melalui set-piece yang dilakukan oleh Sevilla. 2 gol tandukan Jesus Navas dan Renato, semuanya bermula dari tendangan bebas yang tidak mampu diantisipasi pertahanan Madrid.

Manuel Pellegrini pun berpendapat sama, dengan mengatakan Sevilla bermain sangat baik dan Real membuat beberapa kesalahan yang mengakibatkan 2 gol itu tercipta. Sedangkan Raul lebih memilih alasan begitu terisolasinya mereka yang menyebabkan kegagalan mereka.

Tetapi ada satu pemain yang berpendapat lain. Bek Sergio Ramos terang-terangan mengatakan kalau hasil pertandingan itu sangat mungkin berbeda kalau Ronaldo tidak absen saat itu.

Jadi mana yang betul? Apakah memang benar Real Madrid sangat tergantung pada seorang Ronaldo dan begitu sulit menang tanpanya? Namun yang pasti, secara logika memang dipastikan ada pengaruhnya. Ronaldo dibeli begitu mahal tentunya untuk memberikan pengaruh besar pada permainan Real Madrid. Dan sejauh ini fakta memang menunjukkan begitu. Permainan gemilang Ronaldo cukup banyak berperan mengantarkan kemenangan bagi Real. Jika dia absen, tentunya perannya tidak mudah digantikan oleh pemain lainnya.

Kalau perannya begitu mudah diisi oleh pemain lain dan Real Madrid bahkan terus menang 10-0 ketika Ronaldo lama absen, maka juga berarti mantan bintang Manchester United ini tidak punya peran penting lagi di klub. Dan sudah pasti, tidak perlu menunggu waktu lama, Ronaldo akan dijual. Karena untuk apa membayar gaji yang begitu tinggi, kalau perannya bisa sempurna dijalankan oleh pemain lain yang gajinya lebih rendah.

Memang masih terlalu dini menjatuhkan vonis berdasarkan satu pertandingan saja tanpa Ronaldo. Masih harus dilihat lagi di pertandingan-pertandingan lain di mana sang playmaker itu absen. Tapi dari pertandingan kemarin lawan Sevilla, sedikit banyak Anda sudah bisa mengira-ngira seperti apa permainan Madrid tanpa sang superstar.

Filed under: Uncategorized — Tag: — sigitdp @ 10:36 am

What I’ve Done

In this farewell

There’s no blood

There’s no alibi

Cause I’ve drawn regret

From the truth

Of a thousand lies

So let mercy come

And wash away

[Chorus]

What I’ve done

I’ll face myself

To cross out what I’ve become

Erase myself

And let go of what I’ve done

Put to rest

What you’ve thought of me

While I’ve cleaned this slate

With the hands

Of uncertainty

So let mercy come

And wash away

[Repeat Chorus]

For what I’ve done

I start again

And whatever pain may come

Today this ends

I’m forgiving what I’ve…

Done

I’ll face myself

To cross out what I’ve become

Erase myself

And let go of what I’ve done

What I’ve done

(Na, Na, Na, Na, Na)

What I’ve done

(Na, Na, Na, Na, Na)

Forgiving what I’ve done

(Na, Na, Na, Na, Na)

Older Posts »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.